22:36

KEPOLISIAN DIRAJA MALAYSIA (PDRM)

Sejarah kepolisian di Malaysia bermula dengan termaktubnya Piagam Keadilan di Pulau Pinang pada 1807. Berarti Polis Diraja Malaysia telah berumur 202 tahun suatu usia yang sangat matang, Sungguhpun demikian, peranan kepolisian telah bermula sejak awal lagi, yaitu pada zaman kesultanan Melayu di mana wujudnya adalah undang-undang. Undang-undang yang dibentuk pada zaman tersebut lebih menjurus kepada undang-undang adat ataupun undang-undang syariah sementara penguatkuasaan dijalankan oleh institusi Temenggong serta para hulubalang.

Penyerahan tentera Jepang pada sekutu pada bulan Agustus 1945 telah diikuti dengan pembentukan "British Military Administration" (BMA). "Civil Affair Police Force" (CAPF) dibentuk di Tanah Melayu untuk menjalankan tugas-tugas kepolisian dan dikepalai oleh H.B. Longworthy.
Pembentukan pasukan ini dalam bulan September 1945 menandakan satu titik peralihan yang penting dalam sejarah perkembangan institusi polisi di Malaya. Ini merupakan kali pertama satu pasukan polisi yang tunggal dengan wilayah operasional meliputi seluruh Tanah Melayu .

Sebagai langkah awal untuk memulihkan institusi polisi di Tanah Melayu, kursus-kursus latihan intensif telah dimulakan di Polis Depot Kuala Lumpur.

Menjelang tahun 1946 sebanyak 1,512 anggota polisi dari seluruh Tanah Melayu telah menjalani kursus-kursus latihan (Refresher Courses) di Kuala Lumpur. Pengambilan rekrut baru dimulai pada minggu pertama bulan Januari 1946. Sebanyak 700 orang anggota baru telah dilatih untuk menjalani latihan yaitu 500 orang di Polis Depot Kuala Lumpur dan 200 orang di Polis Depot Johor Bahru.

Berikut adalah istilah kepangkatan yang terdapat dalam PDRM

Inspektor General Polis (IG)
Deputi Inspektor General Polis (DIG)
Komissioner Polis (CP)
Deputi Komisioner Polis (DCP)
Senior Asistan Komisioner I (SAC I)
Senior Asistan Komisioner II (SAC II)
Asistan Komisioner Polis (ACP)
Superintandan Polis (SUPT.)
Deputi Superintendan Polis (DSP)
Asistan Superintendan Polis (ASP)
Cif Inspektor (C/INSP)
Inspektor (INSP)
Inspektor Percubaan (P/I)

Sub-Inspektor (SI)
Sarjan Mejar (SM)
Sarjan (SJN)
Koperal (KPL)
Lans Koperal (L/KPL)
Konstabel (KONST)

Visi :

Agensi penguat kuasa utama yang beritegriti, kompeten dan komited untuk bekerja dengan masyarakat

Misi :

Pasukan polis diraja malaysia komited untuk berkhidmat dan melindungi negara dan bekerjasama dengan masyarakat dlm mengekalkan UU dan ketentraman awam

Kode etik :

SETIA
Taat setia yang tidak berbelah-bagi kepada Raja, Negara, Kerajaan dan pucuk pimpinan Pasukan.

BERDISIPLIN
Mengutamakan disiplin diri dan tugas pada setiap masa dengan tekun, tabah dan beramanah.

BERWIBAWA
Melaksanakan segala kewajipan dan kuasa-kuasa dengan tegas, berani, adil dan saksama.

PRIHATIN DAN MESRA
Sentiasa memberi perkhidmatan yang mesra, cepat, betul serta terkini dan mengutamakan hak dan kepentingan masyarakat.

CEMERLANG
Sentiasa berusaha meningkatkan ilmu dan kemahiran, mengamalkan cara hidup sederhana, suci dan bahagia untuk mengekalkan prestasi kerja yang cemerlang serta sikap positif dan proaktif bagi mewujudkan sebuah organisasi yang unggul dan peka terhadap perubahan semasa.

Sumber : PDRM web



Read On 0 komentar
22:37

PERIMBANGAN TUGAS DAN GAJI POLISI


Kisaran suara perihal kenaikan gaji Polri mungkin saat ini sudah menjadi berita basi, karena tuntutan peningkatan kesejahteraan bagi anggota Polri sudah sejak lama di dengungkan. Gaji sering dianggap sebagai salah satu kunci untuk membuat seseorang bersikap profesional , loyal dan mencegah terjadinya korupsi, sudah sewajarnya Polisi yang menjadi ujung tombak penegakan hukum dalam negeri mendapatkan gaji yang sangat layak dan disesuaikan dengan beban tugasnya yang berat .

Berdasar PP Nomor 13 Tahun 2008 Penghasilan anggota Polri saat ini terdiri atas gaji pokok yang naik setiap dua tahun, tunjangan jabatan, tunjangan beras, uang lauk pauk, dan tunjangan Polwan., seorang pati mendapatkan gaji antara Rp 1,8-3 juta. Sedangkan tamtama Rp 900 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Rupanya pemerintah menyikapi hal tersebut secara positif maka dibuatlah REMUNERASI, dalam bahasa inggris remuneration artinya pemberiah upah, jadi bisa disimpulkan remunerasi adalah suatu bentuk sistem perhitungan perbaikan struktur gaji yang berbasis prestasi dan kinerja. Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Efendi, Mabes Polri mematangkan renumerasi bagi anggotanya. Ditargetkan penghitungan renumerasi berbasis prestasi dan kinerja itu selesai pada triwulan ketiga 2009. Menurut Kepala Biro Humas Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Gatot Sugiharto bahwa pemberlakuan sistem remunerasi di tingkat kepolisian merupakan bagian dari kebijakan reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah. Setiap unit harus membuat SOP (standard operating procedure) terhadap kegiatan-kegiatannya dan dinilai. Itu semua ada dalam pedoman umum reformasi birokrasi yang dibuat pemerintah (25/10). Untuk tahap awal kebijakan remunerasi diberlakukan pada pihak-pihak yang mengumpulkan uang, yakni Departemen Keuangan, Ditjen Pajak, dan Ditjen Bea Cukai. Kemudian, mereka yang membuat hukum dan menjalankan peraturan, yakni BPK dan Mahkamah Agung.

Menurut Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri Renumerasi itu besarnya bervariasi mulai Rp 7 juta hingga yang tertinggi mencapai Rp 47 juta. Renumerasi diharapkan bisa menjadi benteng integritas. "Ini sesuai niat kita untuk melakukan akselerasi kinerja Polri," katanya. ”Harapannya, jika semua lancar dan disetujui Menkeu, pada Januari 2010 sudah bisa cair,” kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Jakarta (25/10).

Negara tetangga kita Malaysia sudah menerapkan hal ini. Negeri jiran ini tidak segan-segan memberikan gaji yang tinggi terutama untuk Polisinya. Bahkan jika dibandingkan dengan gaji polisi Indonesia, gaji polisi Malaysia kurang lebih tiga kali lebih tinggi. Untuk kesejahteraan polisi tersebut, pemerintah Malaysia pada tahun 2008 ini mengucurkan dana 6 miliar ringgit. "Budjet ini untuk lima tahun," kata Wakil Kepala Polisi Malaysia Dato Ismail Haji Omar kepada detikcom setelah melakukan dialog dengan wartawan yang mengikuti Malaysia International Visitors' Programme di Markas Besar Polisi Diraja Malaysia, Kuala Lumpur, Senin (11/2/2008). Di Malaysia, gaji pangkat terendah 2 ribu ringgit Malaysia atau sekitar Rp 6 juta. Dan untuk Kepala Polisi sekitar 27 ringgit atau Rp 81 juta.

Diharapkan, dengan berjalannya sistem remunerasi tersebut, performa pelayanan kepolisian semakin meningkat dan berkembang secara profesional. Tidak ada lagi alasan bagi anggota Polri mencari sampingan atau obyekan karena penghasilan yang terlalu rendah. Kami berdoa semoga remunerasi tersebut bisa cair secepatnya kalo bisa pada HUT Bhayangkara tanggal 1 Juli 2009. Amin.

Sumber : detik.com dan jawapos.co.id

Read On 1 komentar
02:58

LAPD (LOS ANGELES POLICE DEPARTEMENT)

The Los Angeles Police Department adalah salah satu organisasi kepolisian yang terbesar dan paling inovatif dari aparat penegak hukum di dunia. Pada awal berdirinya tahun 1853 sebagai Los Angeles Rangers. LAPD bertanggung jawab untuk menyediakan layanan kepada masyarakat yang mencakup wilayah seluas 467 mil persegi yang terbagi dalam 18 daerah, yang mewakili sekitar 3,8 juta penduduk pada tahun 2002. LAPD dibentuk tahun 1869 semula bernama Los Angeles Rangers dengan jumlah anggota sekarang sebanyak 13.036 personil.

Pada bulan Februari 1955, di Los Angeles Police Department, melalui halaman internal majalah BEAT, melakukan kontes untuk moto bagi akademi polisi los angeles. Persyaratan kontes menyatakan bahwa: "Moto yang harus di beberapa kata akan menyampaikan beberapa atau semua cita-cita yang di Los Angeles kepolisian didedikasikan. Mungkin yang berhasil moto someday mungkin dapat diadopsi resmi sebagai moto dari departemen". Yang berhasil masuk adalah moto To Protect and to Serve "Untuk Melindungi dan Melayani" yang disampaikan oleh Officer Joseph S. Dobbrek "Untuk Melindungi dan Melayani" menjadi moto resmi dari Akademi Kepolisian, dan itu terus dipelihara sebelum petugas dalam pelatihan sebagai tujuan profesi mereka.

Mayoritas dari 9.800 petugas LAPD ditugaskan di Kantor Operasional yang terletak di Pusat Parker. LAPD yang terdiri dari 21 stasiun, secara resmi dikenal sebagai "Wilayah" tetapi juga biasa disebut sebagai "Divisi". Terdapat tambahan dua biro, yang Detective Biro dan Biro Operasi Khusus. Terbaru daerah, "Olimpiade" dan "Topanga," telah ditambahkan pada 4 Januari 2009, sehingga total sampai dengan 21 stasiun/wilayah/divisi.

Misi dari LAPD untuk melindungi kehidupan dan harta benda kami melayani masyarakat, untuk mengurangi insiden dan takut akan kejahatan, dan masyarakat untuk meningkatkan keselamatan saat bekerja dengan berbagai masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Mandat LAPD adalah untuk melakukannya dengan kehormatan dan integritas, sementara setiap saat melakukan diri dengan standar etika yang tertinggi untuk menjaga kepercayaan publik.

Struktur kepangkatan anggota LAPD untuk tiap 5 tahun pengabdian :

1. Chief

2. Assistant Chief II

3. Deputy Chief I

4. Commander Komandan

5. Captain

6. Lieutenant

7. Detective III

8. Sergeant II

9. Detective II

10. Sergeant I

11. Detective I

12. Police Officer III+1 / Senior Lead Officer Police Officer 1 III / Senior Lead Officer

13. Police Officer III Police Officer III

14. Police Officer I

LAPD SWAT (Special Weapon ang Tactics)

Saat ini, LAPD SWAT Team dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu unit terpenting polisi taktis kontemporer dalam penegakan hukum. Sejak 1967, di Los Angeles Police Department Khusus Senjata Dan Tactics Team (SWAT) telah siap memberikan respon terhadap situasi yang melebihi kemampuan biasanya dilengkapi dan dilatih oleh Departemen personil. Sejak dimulai, anggota Tim SWAT LAPD telah menyelamatkan sejumlah sandera. SWAT merespon atas permintaan dari Incident Commander (IC) untuk kasus pembebasan sandera dan gangguan teroris. Penerimaan anggota SWAT melalui seleksi ketat dan pelatihan, mirip dengan beberapa pelatihan militer. Para pelamar harus lulus ketat fisik agility, tertulis, lisan, dan tes psikologis untuk memastikan mereka tidak cukup hanya sesuai psikologis tetapi juga cocok untuk operasi taktis. Selain itu, pelamar harus berhasil melewati investigasi yang ketat dan latar belakang performa kerja diperiksa. Setelah petugas telah dipilih, calon anggota harus mengikuti dan lulus berbagai kursus spesialis yang akan membuat dia yang benar-benar berkualitas SWAT operator. Petugas yang dilatih dalam keahlian untuk pengembangan keterampilan bidikan yang akurat. Pelatihan lainnya yang dapat diberikan kepada calon anggota termasuk pelatihan peledak, sniper-pelatihan, taktik defensif, bantuan pertama, negosiasi, penanganan K9 unit, rappling dan roping teknik dan penggunaan senjata dan peralatan khusus.

Persenjataan anggota LAPD :

1. Revolver model 38 spc dan 36 spc

2. Bareta 92 FSs

3. Glock Pistol 22

4. MP5

5. AR 15s

6. Remington 870 / Ithaca 37

Sumber : LAPD Website

Read On 1 komentar

Anda pengunjung ke...

website design company web guide

Mengenai Saya

Foto Saya
bogor, jawa barat, Indonesia
Halo... Selamat datang..... senang rasanya anda mau berkunjung di blog kami, kami ucapkan terimakasih atas kesediaan anda meluangkan waktu untuk membuka blog ini, dari sini kami bermaksud untuk mempererat silaturahmi kita, mungkin dengan sharing, tukar pendapat atau lainnya. Seandainya ada rekan - rekan ingin artikel / pengalamannya dimuat dipersilahkan rekan - rekan untuk mengirimkan ke email purbianto@polri.go.id, demikian pula kritik dan sarannya sangat kami harapkan. oke deh sekali lagi makasih ya atas atensinya , Selamat Bertugas.

Police Video

Loading...

chat via YM

anto


Pesan Buku Berkualitas


Masukkan Code ini K1-1AE4YE-X
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Komunitas blogger mania !!!